Aku Anak Sehat dan Makna Dibaliknya

January 27th, 2009

Saya kemarin baru dinner dua-duaan sama si monyet, dan seperti biasa, ketika dua wanita ajaib disatukan, topikpun melebar dan jadi bervariasi. Mulai dari insiden polisi, sampai.. lagu-lagu masa lalu. Jadi, jaman masa orientasi SMA dulu, ada beberapa lagu yang everlasting banget, tiap tahun selalu dinyanyikan, dan dihafalkan oleh semua anak. Kalau dia ikut PENA (nama masa orientasi SMA di jaman saya dulu), pasti dia hafal lagu2 tsb. Ada lagu-lagu yang memang meaningful (seperti Smalane, Kami Pemimpin Bangsa, Gita Smala), tapi ada lagu yang.. setelah dianalisis, nggak berkorelasi dengan acara itu sendiri.

Salah satunya lagu Aku Anak Sehat.

Bagi yang tidak tahu, ini teks lagunya :

Aku Anak Sehat, tubuhku kuat.

Karena Ibuku rajin dan cermat.

Semasa Aku bayi, slalu diberi asi, makanan bergizi, dan imunisasi.

Berat badanku ditimbang slalu.

Posyandu menunggu setiap waktu.

Bila aku diare, ibu slalu waspada,

Pertolongan oralit slalu siap sedia.

(note: ini berdasarkan ingatan, jadi maaf2 kalau ada yang salah).

Nah.

Setelah kami menyanyikan lagu ini, kami baru menyadari 1 hal : ini lagu secara implisit benar-benar menceritakan tanggung jawab ibu. Perhatikan bagian2 yang saya bold. Kalau dirangkum, hasilnya adalah : Ibu yang rajin dan cermat akan memberikan asi, makanan bergizi, dan imunisasi, menimbang berat badan anaknya, serta slalu siap sedia untuk membawa anaknya ke posyandu dan punya stok oralit yang memadai.

Pertanyaannya : Bapaknya kemana ya?

Kok nggak ada ceritanya sama sekali. Saya dan si monyet mulai ketawa cekikikan. Kalau ibunya sesibuk ini, bapaknya kemana ya? Kok nggak disebutin Bapaknya nganter ke posyandu, atau setidaknya bilang bapaknya sibuk di kantor nyari duit buat bayar oralit.

Kamipun berlanjut ke pertanyaan nggak penting kedua : Lha kalau Ibunya kerja, gimana?

Kalau ibunya adalah wanita karir dan sibuk, belum tentu ibunya bisa mengantar anaknya imunisasi, atau menimbang setiap waktu. Ibunya akan repot bawa-bawa BB dan ditelponin klien tiap ngantri posyandu, dan taruhan berapa, ibunya nggak punya persediaan oralit karena menggunakan obat-obatan lain yang lebih bagus.

Kalau sudah begitu,

Lagu ini diganti dong?

Aku Anak Sehat, tubuhku kuat.

Karena Mbak Suster rajin dan cermat.

Semasa Aku bayi, slalu diberi asi, makanan bergizi, dan imunisasi.

Berat badanku ditimbang slalu.

Dokter pribadi menunggu setiap waktu.

Bila aku diare, Suster slalu waspada,

Obat-obatan di laci slalu siap sedia.

Yah. Begini lebih realistis.

HAHAHAHAHA. *sense my tone*

Regards,

Ratih Hadiwinoto

Kekompakan Daddy & Mommy

December 19th, 2008

Pagi ini saya ngakak sendiri.

Semua berawal ketika saya sebel karena anjing (herder) saya menyalak tanpa henti. Sudah 10 menit berlalu, dan mereka masih aja bikin ribut. Berniat mencari penyebabnya, saya turun ke bawah, dan menemukan mereka sedang heboh menyalak dengan sebel, kepada beberapa anak2 kecil berseragam, yang juga dengan heboh, sibuk menggoda si anjing.

Oh. Digodain anak SD, toh.

Saya kembali ke atas, dan dengan kepala pening berusaha fokus sama skripsi sialan ini. 5 menit. 7 menit. 10 menit. 13 menit. 15 menit. Anjing saya masih juga menyalak. Mulai kumat sebelnya, saya turun lagi kebawah, dan menemukan hal yang sama : anak-anak TK yang heboh menggoda anjing saya.

Merasa anak-anak itu telah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan trhadap anjing saya, saya laporan ke Daddy. Tak disangka, tak dianya, daddy menanggapi dengan (lebih) serius dari yang saya kira. Daddy langsung keluar dari ruang kerjanya, dan menuju garasi. Instead of memasukkan anjing2 itu ke kandang biar ga digodain, Daddy malah memanjangkan ikatan rantai dan memindahkan rantai anjing2 itu ke pintu pagar, yang mana memungkinkan anjing2 itu bergerak kesana kemari, plus mengeluarkan kepalanya dari sela sela pagar. Dengan begini, si anjing bisa dengan sigap menakut-nakuti siapapun yang menggodanya, plus menggigitnya, kalau mau.

Saya masih ternganga, ketika melihat langkah selanjutnya yang dilakukan daddy. Beliau menelepon mamah (yang sedang belanja di Hero), untuk DATANG KE SEKOLAH anak-anak itu, dan MELAPORKANNYA pada gurunya. Kalau perlu, kata daddy, SEKOLAH HARUS MENGIRIM SURAT PADA MURID-MURIDNYA supaya nggak suka ganggu anjing orang lain.

Herannya, usul aneh bin ajaib daddy ditanggapi dengan patuh oleh Mamah. So, sekarang mamah sedang di sekolah anak-anak itu (yang mana cuma beda gang dari rumah), untuk melaporkannya.

Malah, disertai ancaman, lain kali kalau kejadian lagi, anjingnya dilepas aja di dalam area rumah, jadi kalau ada yang kegigit, bukan salah kita.

Masyaoloh,

Saya ngakak.

Segitunya ya melindungi anjing-anjing saya.. :D

Intrepretasi Bahasa Lelaki

December 10th, 2008

Judulnya agak terlalu berat untuk materi yang saya tulis dalam keadaan nyaris kolaps karena kebanyakan mikir serius. Um. Mungkin seharusnya judulnya : Kamus intrepretasi kata-kata lelaki. atau Bagaimana mengartikan bualan pria. atau. Sudahkah anda mengerti arti sebenarnya? Whatever.

Ah, sudahlah. Mari kita mulai saja analisis-analitis aneh ini,

Jaman saya SMP, bacaan saya majalah Gadis. jaman saya SMA, bacaan saya Cosmogirl. Jaman saya kuliah, saya berhenti baca majalah karena bisa baca gratis di tempat2 ngopi. Ehm. Fokusnya adalah, majalah-majalah itu selalu mengajarkan kepada kaum hawa, bagaimana mengintrepretasikan ucapan-ucapan lelaki. Nah, dengan sedikit (atau banyak?) sentuhan pengalaman riil dan curhat colongan sahabat-sahabat, saya hendak membuat kamus singkat dan sederhana mengenai arti kata-kata yang diucapkan oleh kaum adam.

Batasan Masalah :

Berdasarkan survey, arti kata-kata mantan biasanya lebih multiintrepretasi dibanding kategori kaum adam yang lain. Oleh karena itu, posting ini akan membatasi diri pada : intrepretasi kata kata mantan pacar. Oia, kamus ini dilengkapi dengan kata-kata yang sebaiknya digunakan untuk menanggapinya. Lengkap bukan? Yuk!

Rumusan Masalah :

1. Apakah mereka mengatakan yang sebenarnya? (okay, ini sudah pasti TIDAK. Lanjut ke nomor 2)

2. Jika tidak, apa arti sebenarnya dari kata-kata mereka? (mari kita bahas)

Pembahasan :

Mari kita langsung masuk pada contoh kata-kata dan intrepretasinya. Mohon maaf, beberapa menggunakan bahasa inggris, dengan pertimbangan apabila ditranslate akan menimbulkan efek mual karena bahasanya dangdut atau ST12 banget. Here we go!

# “I still love you”

ALERT. Jangan berpikir dia benar-benar masih sayang. Kalau dalam pelajaran bahasa inggris, kadang ada bagian dalam kurung yang boleh nggak dibaca. Dalam statement diatas, dialog aslinya adalah : “I still love you (Tapi sayangnya kamu nggak cukup baik, Nggak cukup cantik, Nggak cukup smart, Atau kamu sudah membosankan)”.

Nah, dibanding membalas dengan “I still love you too” plus mata berkaca-kaca dengan efek serial cantik, saya ingatkan sekali lagi bahwa itu PERCUMA. Lebih efektif kalau anda menjawab : “Have you heard the news that there will be a flying pigs today?”

# “Everything about you is important”

Sama seperti diatas, ini juga ada tanda kurungnya, sodara-sodara. “Everything about you is important, (but nothing is as important as everything about MYSELF”. Kesimpulannya, jangan terbuai. Jawaban yang bagus? Yang jauh dari tema mellow dramatic, misalnya “Sudah baca report terakhir SBY tentang kemiskinan? menurutmu gimana?. Bagoes. Dijamin dia akan ilfil, kecuali kalau dia ahli politik.

# “I am sorry if I have failed you lately”

Artinya : Maaf ya kalau belakanganan ini nyuekin kamu. Agak sibuk dengan istri/pacar/selingkuhan/wanita baru nih.

Jadi, lebih baik menjawab : “Nevermind. I am busy tough”. Tunjukan bahwa anda wanita kuat dan tidak mengharapkan bantuannya yang sudah anda tunggu selama seminggu kebelakang. Be independent, ladies!

# “She does not has your qualities”

Kata ‘She’ disini refers to wanita baru si mantan pacar. Nah, dialog kaya begini ini biasanya muncul ketika setelah beberapa lama putus, si mantan beruntung mendapatkan pasangan baru terlebih dahulu. Biasanya, at this stage, kita masih suka kepancing untuk menanyakan bagaimanakah wanita baru tsb. Biasanya lagi, statement semacam ini adalah respon dari pertanyaan kita. Ini fungsinya adalah membesarkan hati kita, sekaligus memuji secara terselubung. ALERT!

Camkan baik-baik, kalau memang wanita itu tidak lebih baik drpd kita, mengapa si mantan memilih wanita itu? Ambil senjata tajam terdekat dari jarak tangkap anda dan segera gunakan untuk membunuh pria yang berani bilang demikian. Nggak perlu respon dengan kata kata. Ha ha.

# “You will find someone”

Kalau yang ini, artinya : kamu akan menemukan orang lain, lah. Santai aja. Seperti saya nih, saya sudah menemukan yang baru dan bahagia bersamanya. Dia gemar menari dan pandai bermain harpa loh. Oh ya, sudahkah saya bilang bahwa dia juga pandai berbicara 7 bahasa dan baru saja memenangkan kontes puteri satwa-dan-fauna Indonesia?”

Masih bertanya pada saya apa respon terbaik yang bisa anda berikan? Kalau saya jadi anda, saya akan segera membuka google, dan search for “pembunuh bayaran yang bisa dibayar dengan cicilan easypayz”. Bahkan pria semacam ini nggak layak untuk dibunuh dengan tangan anda sendiri.

*ngakak*

Yah, baiklah. No hard feeling ya. Ini buat lucu-lucuan aja. As requested!

Regards,

Ratih Hadiwinoto

Tidak ada yang instan

December 3rd, 2008

Kemajuan teknologi banyak memberikan penawaran serba instan bagi kita. Mie instan. Bubur instan. Sup instan. Bermula dari makanan. Lalu tiba tiba ada segala teknologi yang membuat “cantik” instan dengan operasi wajah, “kurus” instan dengan operasi ataupun terapi, sampai rambut panjang instan dengan extension. Belum lagi yang berbau bau tenaga manusia, seperti paranormal yang menawarkan sembuh instan tanpa upaya medis, dan seterusnya. Atau onknum yang menawarkan bocoran soal SPMB supaya lulus secara instan.

Tawaran instan itu sungguh-sungguh tempting, bukan begitu?

Saya belakangan ini belajar, ternyata there’s no such success based on anything instant. Mie boleh instan, tapi mie terbaik bukan mie instan, tapi yang dibuat dengan effort koki yang berkepanjangan. Mie terbaik adalah mie yang melalui proses keringan sang koki, diolah dengan passion, dan mendapatkan pengawasan timing yang tepat dari sang pencipta.

I am looking on my plate.I do not even know where to start, and whether I have enough energy to finish all of this. There are too much things that I want. It’s just too much. As a perfectionist, I want to be the best in all area.

And that’s when I thought about the “instant” process. I thought that I can ask for a help, which make my life easier.

Butuh sebuah perjalanan panjang yang menyakitkan untuk menyadarkan saya bahwa tidak akan ada sesuatu yang instan. You can not rely on others. Saya bisa bilang “Fuck others, I can do this by myself“, tapi saat melihat possibility untuk mendapatkan bantuan dari orang lain, saya tertarik juga. Ketika kemudian kita merasa bisa (dengan dukungan orang lain), ketika dukungan itu hilang, tiba-tiba saja kita merasa nggak mampu.

But the truth is, I believe I can do this. I just need to stop rely on anyone else. I have got nothing except tears, and I was not going anywhere. Ini nih jeleknya mengandalkan orang lain.

Well, it is true that you must not rely on others. I have proved it. You better stand on your own feet. Being independent is never easy. You might be better with others help. You might get the instant chance.

But you can not proud of it.

You can not.

Regards,

Ratih Hadiwinoto

Definisi Cantik (republished)

November 28th, 2008

note : Sebenarnya ini posting bbrp minggu yang lalu, yang entah kenapa belum terpublish. Kalau begitu saya re-published aja :) Cheers!

Ide posting ini muncul ketika beberapa hari yang lalu, saya duduk di row 4, saat sebuah perkuliahan dilangsungkan (maaf, saya lupa kuliyah apa, he he). Saat itu, karena datang terlambat, secara random saya memilih row 4, yang membuat saya nyaris nggak bisa melihat LCD tanpa berusaha keras. Leher ini bisa bisa jadi panjang, demi usaha melihat apa yang tertulis di dinding itu. He he.

20 menit berlalu dan akhirnya saya capek memanjangkan leher, lalu mulai memutuskan untuk mendengarkan tanpa mencatat. Saat itulah, saya jadi memperhatikan kepala-kepala di depan saya. Tidak, saya bukan mencari tahu isinya (karena pastinya nggak kelihatan, dodol!), tapi saya jadi memperhatikan RAMBUT yang berkibar di kepala kepala itu.

Mulai iseng, saya menghitung : ternyata 10 dari 12 kepala wanita di depan saya adalah rambut dengan kategori panjang, dan 8 dari 10 ada di kategori rambut panjang yang di smooting / rebonding. Nyengir sendiri deh.

Saya jadi ingat pembicaraan saya dengan si monyet. Dia pernah mempertanyakan : apa definisi cantik harus rambut panjang lurus kulit putih badan proporsional? Ada 3 unsur yang menarik, yang mana akan saya bahas satu persatu.

Cinta San Cai dan Pangeran Tau Ming

Saya berusaha menganalisis sejak kapan era rambut lurus rebonding atau smoothing ini dimulai. Dengan sedikit memproyeksi pada diri sendiri, saya sadar kalau era ini dimulai pada jaman Meteor Garden. Iya, pada masih inget gak rambut panjang lurus San Cai yang digilai oleh Pangeran Tau Ming itu? Nah. Sejak itulah tiba tiba semua remaja (setidaknya yang seumuran saya), pengen punya rambut selurus San Cai. Teknologi menjadikan semuanya mungkin dan makin menyempurnakan diri, sehingga dari “keriting papan”, berkembang jadi “rebonding jabrik”, hingga “smoothing halus”.

Kulitku tak seputih Sinta

Kenapa putih itu indah? karena putih itu bersih. Orang yang biasa aja ditambah kulit putih, bisa kelihatan segar. Ini manusiawi sih. Yang nggak manusiawi adalah jutaan iklan di televisi, yang mencitrakan kalau cantik itu harus putih. Case yang diangkat ekstrim hiperbolis pula. Misalnya, si kembar Sinta dan Santi (eh maaf ya sebenarnya saya lupa namanya, pokoknya Sinta dan kembarannya). Karena warna kulitnya beda, yang satu jadi minder, pake Citra, dan Voila! tiba-tiba mereka sama cantiknya. Pertanyaannya : Apakah sebelum pake Citra Santi tidak secantik Sinta? Lha orang mereka kembar identik! Belum lagi ilustrasi bagaimana seorang wanita (cantik) dicuekin oleh pria yang ditaksirnya. Begitu dia pakai produk itu, dari hari ke hari dia makin putih, hingga akhirnya si pria (yang tadinya nggak peduli) jadi mengajak dia kenalan. Oh Oh. Intinya, media menampilkan bahwa pria lebih suka wanita putih. Doktrin ini, tertanam kuat-kuat di wanita sejak dia kecil. Apalagi mamah (yang notabene wanita) selalu mengingatkan kami “jangan main di panasan nanti item”.

Otoritas Mode : Makmur-Tripleks-Jam Pasir

Saya nggak tahu dari mana definisi itu muncul, tapi kata majalah remaja yang dulu saya baca jaman SMP-SMA, definisi itu datangnya dari dunia mode. Ada masa-masa dimana tubuh “makmur” dianggap tren, dan karena ditampilkan di atas catwalk, semua orang jadi ngidam pengen punya tubuh makmur. Kemudian, muncul era kate moss, dimana semua orang mendadak ingin tubuhnya nggak bisa dibedakan dengan tripleks disandarin di dinding. Era itu memudar, hingga akhirnya muncul era tubuh jam pasir, dan seterusnya, seterusnya. Intinya, dunia mode-lah yang punya otoritas yang menentukan, bagaimana sih tubuh yang cantik itu?

Mari kita ulang pertanyaan si monyet diatas :apa definisi cantik harus rambut panjang lurus kulit putih badan proporsional?

Jawabannya : Mostly, IYA.

Saya nggak butuh jawaban JRP atau kursus kepribadian lain yang menyatakan kalau setiap wanita itu cantik, dan seterusnya. Publik masih menginginkan wanita-wanita cantik yang berambut panjang lurus (ikal atau keriting masih toleransi, tapi tidak untuk kribo), dengan kulit putih (sawo matang terkadang masih dipertimbangkan, tapi 75 % tidak suitable), dan tubuh proporsional dengan ukuran pakaian maksimal 8.

Kenapa iya? karena publik mau kesempurnaan, dan kesempuraan itu, berdasarkan analisis diatas, masih milik orang yang berhasil memiliki 3 unsur itu. Istilah di kampus saya “cantik sejenis”.

Lalu, apakah kebahagiaan itu hanya milik si “cantik sejenis”?

Jawabannya juga mudah : TIDAK.

Saya sendiri hanya memenuhi satu dari 3 kategori tersebut, yaitu kulit putih. Biarpun sudah tambah item sejak suka main layangan (hah?), tapi bisa dibilang masih masuk kategori putih. Sisanya? Ukuran baju saya 14-16 dengan tinggi badan hanya 158, dan rambut saya nggak jelas visi dan misinya. Apakah saya bahagia dengan tubuh ini? Ya.

Namun, akhirnya saya sadar kalau bagaimanapun, kita harus memperbaiki diri. ternyata requirement tidak tertulis dunia kerja membutuhkan si cantik sejenis. International outlook artinya situ nggak jelek, body nggak kemana mana, dan bisa tampil modis. Di sisi lain, ternyata perjuangan percintaan juga membuktikan cantik sejenis lebih sering jadi pemenang dibanding kribo gendut.

Intinya : mereka memang masih pemenangnya.

Membenci mereka tidak membuat kita jadi lebih baik. Itu sebabnya saya memutuskan untuk berubah, dibanding menghabiskan waktu untuk membenci. Hm, dengan posting ini, segala perang melawan beauty case diakhiri. Mereka memang lebih baik, dan itu harus diakui. Publik menginginkan mereka, itu fakta.

Case Closed.

Regards,

Ratih Hadiwinoto

Mommy’s Letter

November 10th, 2008

Ditengah tengah latihan sebuah kompetisi yang menguras tenaga dan air mata, hp saya berdering dengan nyaring. Mama menelepon. Dengan suara bisik bisik, saya menjawab telepon mama.

m : “dik, nggak bisa nganter mama ke airport?”

s : “lho? mama mau kemana?”

m : “ke jkt, terus ke bandung”

s : “jam berapa pesawatnya?”

m : “jam 5″

s : “engg…” *melirik jam dan melihat fakta bahwa jam saat itu adalah pukul 3 sore.

m : “kalo nggak bisa, nggak papa. tapi mama nitip amplop ya. nanti kamu ambil di mbak ismi”

s : “okay”

dan, nut..nut..nut.

Mendengar kata amplop, saya jadi merinding disko. Pikir saya, wah, tumben mama inget kalau anak-nya ini juga butuh asupan dana tambahan. Atau, mungkin mama perginya lama dan kwatir anaknya sudah harus bayar tiket buat ke Aceh. Pokoknya, singkat cerita : saya berpikir positif, bersenandung riang, dan sesampainya di rumah, langsung menondong mbak ismi, meminta amplop bersejarah itu.

Saya langsung merobek pinggirnya..

Dan..

Melongo.

Saya tidak menemukan selembar uangpun, tetapi selembar surat dan sebuah kartu ATM. Masih berpikir positif, saya mengasumsikan mama nggak tau saya butuh uang berapa, sehingga memberi ATM-nya sekalian. Betapa terkejutnya saya, ternyata saat membaca surat itu, isi surat itu adalah :

1) daftar belanjaan minggu ini yang harus ada BESOK PAGI. Meliputi aneka buah untuk jus pagi, aneka sayur untuk salad malam, dog food, obat si anjing, dan anekaragam lain. Sampe sabun pel ada juga. Heran.

2) daftar tugas yang harus saya lakukan : ngecek laundry-an daddy. nelpon dokter si anjing. ngecek rafael. ngajak main rafael. dan tugas aneh2 seperti : memperhatikan daddy. Oh Ya. Kayak kalo nggak ditulis saya nggak merhatiin daddy aja.

3) daftar LARANGAN. Oh ya, saya serius! mama menuliskan dengan detail dan komperehensif : jangan pulang malam-malam, jangan nggak pulang, jangan maen nikung kalo nyetir mobil (serius mama nulis begitu. heran!), sampai.. jangan lupa ngecek jendela dan pintu sebelum tidur.

Oh Mama. Oh Mama.

*menarik napas*

Waktunya ke supermarket. Hiks.

Regards,

Ratih Hadiwinoto

the absence

November 9th, 2008

I believe that absence makes the heart grow fonder.

Or at least, absence should makes the heart grow fonder.

Saya sudah hampir-hampir lupa rasanya punya pacar jarak dekat, karena terlalu lama menghadapi hari-hari dengan dua pilihan : 1) jomblo mutlak, atau 2) punya partner di kota lain. Saya sudah lupa bagaimana caranya pacaran kalau tinggal 1 kota. Rutinitas macam jemput-menjemput, makan bersama, dan nonton setiap wiken, tentunya sudah lewat dari agenda saya.

Selama menjalin hubungan dengan partner di kota lain, boleh dibilang saya tidak mengalami kesulitan berarti. Well, kecuali fakta bahwa kedua hubungan terakhir saya kandas karena 1) kebohongan publik, dan 2) perselingkuhan, sebenarnya saya tidak punya masalah dengan pacaran jauh-jauhan. Kata angkot, jauh-dekat sama saja. Kata saya, jauh-dekat yang penting komitmennya sama.

Ada yang bertanya : Nggak takut partner disana macem macem? Saya biasanya cuma menjawab dengan senyum-senyum norak. Bagi saya sih, kalau memang si partner mau macam-macam, mau pursue orang lain, mau kecentilan sama tetangga sebelah, itu hak dia. Bahkan kalau dia mau milih ratu kecantikan instead of saya, itu hak dia. Yang penting, saya nggak kemana-mana. Kalau partner saya berpikir ada yang lebih baik dari saya, ya, i am off the hook. Mau diapain lagi?

Ada lagi yang bertanya : Nggak kangen? Pertanyaan ini juga selalu buat saya senyum-senyum, kali ini miris. Ya kangen lah, bego. Biar dikata saya nggak emosional, tetep lah suka kangen-kangen mellow nggak jelas. Saya bisa kejadian kehilangan moment2 penting si partner. Berharap ada disana, tapi nyatanya cuma denger cerita. Berharap bisa jadi suporter yang lebih dari suportif, nyatanya cuma bisa kirim sms.

Adaaa aja yang masih iseng bertanya :Nggak pengen ketemu? Sini, sini. Yang nanya langsung saya timpuk pake sepatu. Ya pengen lah. Kalau bisa sih, di-arrange gimana caranya supaya ada aja kesempatan ketemu. Kalau mau ke luar kota, dibikin transit jkt dulu. Kalau pacar di kota mana, mendadak ikutan seminar di kota setempat biar dapet ijin ortu terbang kesana. Kalau ada hari kosong, bisa dipikirkan untuk segera berangkat untuk bertemu.

*

Ah. Kata pepatah diatas, ketidakhadiran itu malah akan bikin kita tambah dekat. Saya bilang, seharusnya ketidakhadiran itu memang bikin kita tambah dekat.

Seharusnya, kalau kita bisa jaga perasaan itu.

Saya kangen.

Regards,

Ratih Hadiwinoto

mie goreng & burung gereja

November 7th, 2008

kay. Ada 2 pertanyaan yang GANGGU banget hari ini.

Pertanyaan pertama muncul di warung jus kertajaya. Tokoh bodohnya, saya dan chiQun.

c : “eh ada mi goreng”

s : “ooh. mas, mas *manggil masnya dengan ganggu abis *, ini mi goreng supermi apa mi goreng mi telor?”

mas mas yang tidak bersalah (m) : “mi goreng telor mba”

s : “supermi?”

m: “bukan, mi telor kayak gitu *menunjuk ke arah mi yang ada di etalase*”

s : “eh, sebentar deh. kalo supermi kan diREBUS ya? bukan diGORENG? kenapa namanya mi goreng?”

m : “hah?”

Mas-Masnya tidak menyangka akan mendapatkan pelanggan yang aneh. Saya dan chiqun langsung cekikikan sendiri.

Pertanyaan kedua muncul di chatroom YM bersama si middle east.

opid: btw,kapan iku aku nemu burung mati diteras,,
ratih hadiwinoto: kan aneh jawab’e
ratih hadiwinoto:
ratih hadiwinoto: HEH?
ratih hadiwinoto: LAPO?
ratih hadiwinoto: manuk’e sopo?
opid: iyo
opid: hahahaha
opid: manuk gereja
ratih hadiwinoto: lheh
ratih hadiwinoto: eh kenapa ada burung gereja,’
ratih hadiwinoto: gak ada burung masjid ya?
ratih hadiwinoto:
opid: hahaha
opid: gak ada,put
opid: terus aku kasian gt kan,,kok bisa ya ni brung nati disini..
opid: tak galikan lubang di tamanku…
opid: trus dia tak bungkus tisu (*seolah2 kain kafan)..trus jasadnya tak hadapkan kiblat n tk doain..
opid: hehe
opid: stlh itu rasanya senang,,seperti habis melakukan kebaikan
ratih hadiwinoto: hahahhaa
ratih hadiwinoto:
opid: untung gak grey sing nemu…
opid: lek dee wes ancur jasade burung iku

Baiklah. Selain fakta bahwa pembicaraan dengan opid atau chiQun sungguh tidak bermutu, tolong jawab pertanyaan saya diatas.

1. Kenapa mie goreng disebut mie goreng, padahal nyata2 itu direbus dan unsur gorengnya cuma ada di akhir cerita dimana minyak diublek2 di mie yang sudah direbus?

2. Kenapa ada istilah burung gereja tapi nggak ada burung masjid atau burung pura atau burung wihara?

Terima kasih ya teman.

Memang trlalu dekat dengan Oppenheim’s membuat otak saya agak absurb. He he.

Regards,

Ratih Hadiwinoto

kebodohan di pagi hari

November 5th, 2008

Alicanto dan Ravisia telah menarik nyaris seluruh perhatian saya. Termasuk pagi ini, bangun tidur ku terus buka laptop. Melanjutkan research semalam. Semua berjalan baik baik saja.. hingga teman saya, si chiQun, mendadak muncul di YM. Ternyata, kombinasi antara orang yang mabuk hukum internasional dipertemukan dengan si ahli game yang akan lomba menimbukan dampak kebodohan yang berkepanjangan.

kebodohan 1 : Tidak bisa membedakan hari, plus, tidak tau bedanya AW dan Texas.

chiQun (c) :”hai poe”

saya (s) : “hai. eh Qun kita makan AW itu krmn apa kemarennya lagi ya? aku kok masih kenyang A&W”

c : “KEMAREN”

c : “Dan itu TEXAS. Bukan A&W!”

s : “Oh ya? Aku pikir A&W”

c : “…”

Kebodohan 2 : keajaiban kertas terbang

s : “qun ‘has been violating’ berarti sampe skrg masih violate kan?

c : “eng.. iya deh”

c : “itu kan has been+v ing..”

s : “CHIQUN KERTASKU TERBANG DAN HILANG”

c : “HAH?”

s : “Iya aku lagi baca tiba2 kertasnya terbang. Aku cari dimana mana gak ada!”

c : “Lho kok bisa?”

s : “Iya, kertasnya kerbang, terus HILANG”

c : “Ah yang bener!!! Coba cari dulu”

c : “dibawah kasur?”

s : “NGGAK ADA”

s : “DUH MULAI MISTIS. gimana neeeehh”

c : “aku lagi ngebayangin tampangmu lagi serius baca tiba tiba kertasnya terbang”

s : “Adoooh. aku gak bercandaaa… gimana nihhh?”
c : ” *ngakak* ”

s: “…………..”

kebodohan 3 : kemunduran berbahasa inggris

c : “Do not use bahasa!”

s : “Hah? terus?”

c : “Write it on english”

s : “HAH?”

c : “Astaga! In apa On ya?”

s : “IN!! For God Sake!!!”

c : “Wakakakaka… iya, write it in english!!”

s : “……….”

ah, ya.

Memang nggak penting. Saya tau. Saya tau.

Pagi yang menyenangkan!

Regards,

Ratih Hadiwinoto

hasil arisan november : pupusnya obsesi

November 2nd, 2008

Setelah membicarakan perkembangan malaysia, indahnya Langkawi, kecelakaan di schlumberger, kabar saham bakrie (ya, nggak penting kan subjek kami?) dan perkembangan karir masing-masing, tiba tiba saja topik bergeser mengenai ledek-ledekan percintaan. Apesnya saya, ternyata di Surabaya sedang ramai-ramainya membicarakan mengenai cak dan ning. Akhirnya, saya dan si monyet sibuk meng-counter ledekan yang mampir pada kami.

si middle east (si me) : “mana bisaaaa..cewek seperti kalian jadi cak dan ning?”

saya (s) : “aduh. topik yang sensitif tuh….”

monyet (m) : “anjrit. awas ya, pid. tahun depan kita akan membuktikan kalau kita bisa”

s : “iya *menggebu gebu* dan sorry ya, kelas kita bukan cak dan ning atau abang-none. kelas kita putri indonesia”

m : “kalau kamu putri indonesia, aku miss indonesia aja. biar kita nggak saingan”

s : “oke. dan asal kamu tau aja ya. gendut bisa dikurusin. tahun depan kalau aku beneran jadi putri indonesia, kamu akan menyesaaall..”  statement diikuti tatapan mata mistis dan tawa penuh ancaman.

m : “eh, nyet. tapi kayaknya kamu nggak bisa deh jadi putri indonesia”.Tita mengeluarkan pandangan yang artinya kurang lebih : sorry-to-say-put-but-you-will-never-make-it.

s : “lho, kenapa?”

m : “eng… minimal tingginya kan 160 cm.. kayaknya kamu nggak nyampe deh”

s : “hah? sumpah? emang kamu berapa?”

m : “aku aja cuma 165″

s : “hah??…”

Saya duduk terpekur diiringi ejekan plus pandangan menghina rekan rekan pria kami yang selalu mempertanyakan eksistensi kami sebagai wanita beneran. Bagi mereka, kalau kami nggak bisa achieve gelar putri-putri’an semacam itu, belum afdol dan belum bisa jadi achiever yang sesungguhnya. Kok saya nggak tahu ya kalau badan saya tingginya nggak sampai 160cm? selama ini saya pikir saya (cukup) standar, dan 160 itu standar-standar aja. Lha kalo tita (yang selama jaman paskibra dulu nyaris selalu jadi penjuru dan ikut seleksi nasional) aja cuma 165, nggak mungkin dong saya 160 cm?

Rasa penasaran itu terbawa mimpi, dan pagi ini saya langsung menanyakannya pada ibunda.

s : “mah, emang tinggiku nggak sampe 160 cm ya?”

mamah (m) : “nggak”

s : “lhoh masa sihhh”

m : “iya. mama aja cuma 161. palingan kamu 155. salah sendiri kamu dulu nggak mau rajin makan wortel.”

s : “…..”

Saya baru saja kembali ke kamar, memutuskan untuk merenungkan korelasi antara tinggi badan dan wortel. Tidak menemukan jawaban yang memuaskan, saya memutuskan untuk berusaha mengukur tinggi badan namun langsung gagal, mengingat satu2nya penggaris yang saya punya di kamar panjangnya cuma 15cm. Akhirnya, saya memutuskan untuk menulis dengan sangat nggak pentingnya.

Saya nggak pernah benar-benar ingin jadi Putri Indonesia, dan selama ini pembicaraan itu cuma jadi bercandaan kasus war vs beauty case saya dan si monyet. Tapi, menerima fakta bahwa tinggi saya ternyata gak sampai 160 ternyata menyadarkan saya.. kalau memang, secara fisik, saya nggak bisa dimirip miripin sama putri-putrian itu. Gendut bisa dikurusin. Attitude bisa dirubah. Knowledge bisa diupgrade. Bahasa Inggris bisa dilatih. Tapi tinggi badan, nggak bisa (secara natural) ditambah.

Uh, nyet.

Guess I lose in this bet! Ha ha!! Goodluck ya buat miss indonesia-nya tahun depan.. hahahahhaa!